Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU)

Hak Guna Usaha (HGU ) menurut pasal 28 ayat 1 UUPA No 5 Tahun 1960 yaitu “Hak guna-usaha adalah hak untuk mengusahakan tanah yang dikuasai langsung oleh Negara, dalam jangka waktu sebagaimana tersebut dalam pasal 29, guna perusahaan pertanian, perikanan atau peternakan.

Di dalam UUPA Nomor 5 Tahun 1960 Pasal 28 ayat (2) menyebutkan pula bahwa “Hak guna-usaha diberikan atas tanah yang luasnya paling sedikit 5 hektar, dengan ketentuan bahwa jika luasnya 25 hektar atau lebih harus memakai investasi modal yang layak dan tehnik perusahaan yang baik, sesuai dengan perkembangan zaman”.

Hak Guna Usaha (HGU ) dalam pengertian Hukum Barat sebelum dikonversi berasal dari hak erfacht, yang pengaturannya terdapat dalam pasal 720 B.W adalah suatu hak kebendaan untuk mengenyam kenikmatan yang penuh ( polle geenot ) atas suatu benda yang tidak bergerak kepunyaan orang lain, dengan kewajiban membayar pacht atau canon tiap tahun, sebagai pengakuan eigendom kepada yang mempunyai baik berupa uang maupun hasil in natura.

Hak Guna Usaha (HGU ) mempunyai sifat – sifat dan ciri – ciri sebagai berikut :

  1. Sesungguhnya tidak sekuat hak milik, namun hak guna usaha (HGU) tergolong hak atas tanah yang kuat, artinya tidak mudah hapus dan mudah dipertahankan terhadap gangguan pihak lain. oleh karena itu maka hak guna usaha (HGU termasuk salah satu hal yang wajib di daftarkan (pasal 32 UUPA,pasal 10 No.10 tahun 1961) yaitu menerangkan “Hak guna usaha, termasuk syarat-syarat pemberiannya, demikian juga setiap peralihan dan penghapusan hak tersebut, harus didaftarkan menurut ketentuan-ketentuan yang dimaksud dalam pasal 19 “.
  2. Hak Guna Usaha (HGU) dapat beralih artinya dapat diwarisikan kepada ahli waris yang empunya hak (pasal 28 ayat 3) yaitu “Hak guna usaha (HGU dapat beralih dan dialihkan kepada pihak lain “.
  3. Akan tetapi berlainan dengan hak milik, hak guna usaha (HGU) jangka waktunya terbatas artinya pada suatu waktu pasti berakhir (pasal 29)
  4. Hak Guna Usaha (HGU) dapat dialihkan kepada pihak lain, yaitu dijual, ditukarkan dengan benda lain, dihibahkan atau diberikan dengan wasiat atau di “legat” kan (pasal 28 ayat 3)
  5. Hak Guna Usaha (HGU) dapat juga, dilepaskan oleh yang empunya hingga tanahnya menjadi tanah negara (pasal 34 huruf e) yaitu ditelantarkan .

Subjek hukum yang dapat memegang hak guna usaha (HGU) telah diatur dalam pasal 30 UUPA yaitu :

  1. Warganegara Indonesia
  2. Badan hukum yang didirikan menurut hukum Indonesia dan berkedudukan di Indonesia.

Adapun kewajiban yang harus dilakukan oleh semua pemegang Hak Guna Usaha (HGU), menurut PP No 40 Tahun 1996 Pasal 12 adalah sebagai berikut :

  1. Membayar uang pada negara
  2. Melaksanakan usaha perikanan, pertanian, ataupun perkebunan, sesuai peruntukan dan persyaratan yang ditetapkan dalam keputusan pemberian haknya
  3. mengusahakan sendiri tanah Hak Guna Usaha (HGU) dengan baik sesuai dengan kelayakan usaha bedasarkan kriteria yang telah ditetapkan oleh instansi teknis
  4. Memelihra sumber daya alam, kesuburan tanah, dan kelestarian lingkungan hidup
  5. Setiap akhir tahun harus membuat laporan tertulis seputar penggunaan Hak Guna Usahanya
  6. menyerahkan kembali taah yang diberikan dengan Hak Guna Usaha (HGU) pada negara sesudah Hak Guna Usaha (HGU) nya habis
  7. menyerahkan sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) yang telah habis kepada kepala kantor pertahanan.

Namun pemegang Hak Guna Usaha dilarang menyerahkan pengusahaan tanah Hak Guna Usaha kepada

pihak lain, kecuali dalam hal-hal diperbolehkan menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Selain adanya kewajiban bagi pemegang hak, Hak Guna Usaha (HGU) juga akan hapus suatu waktu. Hapusnya Hak Guna Usaha (HGU) menurut Pasal 34 UUPA No 5 Tahun 1960 dikarenakan :

  1. Jangka waktu berakhir
  2. Dihentikan sebelum jangka waktunya berakhir karena suatu syarat yang tidak dipenuhi.
  3. Dilepaskan oleh pemegang haknya sebelum jangka waktu berakhir.
  4. Dicabut untuk kepentingan umum.
  5. Tanah ditelantarkan
  6. Tanahnya musnah.

Berbeda dengan Hak Milik yang mempunyai jangka waktu tak terbatas Hak Guna Usaha (HGU) mempunyai batas waktu , seperti yang sudah ditentukan dalam pasal 29 yang berbunyi :

(1)    Hak guna usaha diberikan untuk waktu paling lama 25 tahun.

(2)    Untuk perusahaan yang memerlukan waktu yang lebih lama dapat diberikan hak guna usaha untuk waktu paling lama 35 tahun.

(3)    Atas permintaan pemegang hak dan mengingat keadaan perusahaannya jangka waktu yang dimaksud dalam ayat 1 dan 2 pasal ini dapat di[erpanjang dengan waktu paling lama 25 tahun.

 

 

 

 

 

 

Sumber :

http://www.jurnalhukum.com/hak-guna-usaha/

Sumber Gambar :

https://infojuga.files.wordpress.com/2014/11/sertifikat-hak-guna-bangunan-hgb.jpg?w=625

https://journalpolice.com/wp-content/uploads/2016/08/tata-cara-membuat-sertifikat-tanah.jpg

Leave a Reply

%d bloggers like this: