Sertifikat Tanah Wakaf

Tanah wakaf banyak ditemui di Indonesia, tetapi banyak tanah wakaf yang belum memiliki sertifikat, sehingga rentan menimbulkan konflik antara ahli waris wakif nadzir. Wakif adalah pemberian wakaf sedangkan nadzir adalah penerima dan pemilik hak pengelolaan tanah wakaf. Menurut Departemen Agama (Depag), langkah pengamanan yang wajib dilakukan oleh nadzir harus memiliki dan mengurus sertifikat tanah wakaf.

Sertifikat tanah wakaf ini dapat dibuat dikantor urusan Agama dengan menghadirkan nadzir serta beberapa orang saksi. Serta beberapa orang saksi. Sertifikat ini dapat menjadi pegangan bagi nadzir bahwa tanah yang dikelolanya benar-benar tanah wakaf dan tidak aka nada konflik dikemudian hari. Pejabat yang berwenang yang ditetapkan menteri untuk membuat akta wakaf ialah pejabat pembuat Akta Ikrar Wkaf (PPAIW).

 

Wakaf adalah perbuatan hukum yang dilakukan wakif untuk memisahkan atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingan untuk kesejahteraan umat menurut Syariah.
Tanah yang telah diwakafkan, dapat dimanfaatkan untuk sarana dan kegiatan ibadah, sarana dan kegiatan pendidikan serta kesehatan, bantuan pada fakir miskin, anak terlantar, yatim piatu, beasiswa, kemajuan dan peningkatan ekonomi umat atau kemajuan kesejahteraan umum lainnya yang tidak bertentangan dengan syariah dan peraturan perundang-undangan

Persyaratan pembuatan Akta Ikrar Wakaf yang pertama sertifikat Hak atas tanah yang telah dicek keasliannya dari BPN, kedua surat keterangan dari desa bahwa tanah tidak dalam sengketa yang diketahui oleh camat, ketiga surat Keterangan Pendaftaran Tanah ( SKPT ) dari BPN, keempat wakif menghadap langsung ke PPAIW, kelima PPAIW meneliti nadzir , kemudian menerbitkan surat pengesahan nadzir, keenam wakif mengikrarkan wakaf dihadapan PPAIW, nadzir dan dua orang saksi, dan terakhir PPAIW menerbitkan Akta Ikrar Wakaf rangkap 3.

Persyaratan Wakaf

Syarat-syarat pembuatan sertifikat tanah Wakaf di KUA Kecamatan :
Datang ke KUA untuk pembuatan AIW/APAIW dengan membawa dokumen sebagai berikut:

  1. Sertifikat Hak Atas Tanah (bagi yang sudah sertifikat), atau surat-surat pemilikan tanah (termasuk surat pemindahan hak, surat keterangan warisan, girik dll) bagi tanah hak milik yang belum bersertifikat.
  2. Surat Pernyataan Wakaf , asli dan Foto Copy rangkap 4.
  3. Surat Keterangan dari Lurah/Kades setempat yang diketahui Camat bahwa tanah tersebut tidak dalam sengketa.
  4. Susunan Pengurus Masjid/Mushalla atau lainnya yang ditanda tangani Ketua dan diketahui oleh Lurah /Kades setempat.
  5. Mengisi Formulir Model WK dan WD.
  6. Foto Copy KTP Wakif (yang berwakaf) apabila masih hidup.
  7. Foto Copy KTP para Pengurus yang akan ditetapkan sebagai Nazhir Wakaf.
  8. Foto Copy KTP para Saksi.
  9. Menyerahkan Materai bernilai Rp. 6.000 (enam ribu rupiah) sebanyak 7 lembar ( 8 lembar jika wakif telah meninggal ).
  10. Menanda-tangani Ikrar Wakaf (W1) bagi Wakif yang masih hidup dan Akta Ikrar Wakaf (AIW)/Akta Pengganti Akta Ikrar Wakaf (APAIW) setelah semua surat-surat lengkap dan diketik oleh petugas.
  11. Membuat surat kuasa kepada PPAIW untuk proses pendaftaran ke BPN (blanko ada di KUA).

Prosedur Mewakafkan Tanah

  1. Sebuah Keluarga bermusyawarah terlebih dahulu untuk mewakafkan tanah miliknya.
  2. Wakif bersama nazhir mempersiapkan persyaratan adminidstrasi sertifikasi tanah wakaf.
  3. Kepala Keluarga (selaku Wakif), bersama Nazhir (Pengurus wakaf) dan saksi datang ke KUA menghadap Kepala KUA selaku Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf (PPAIW).
  4. PPAIW memeriksa persyaratan Wakaf dan selanjutnya mengesahkan Nazhir.
  5. Wakif mengucapkan Ikrar Wakaf dihadapan saksi-saksi dan PPAIW, selanjutnya membuat Akta Ikrar Wakaf (AIW) dan salinannya.
  6. Wakif, Nazhir dan saksi pulang dengan membawa AIW (form W.2a).
  7. PPAIW atas nama Nazhir menuju ke Kantor Pertanahan Kabupaten/Kota dengan membawa berkas permohonan pendaftaran Tanah Wakaf dengan pengantar form W.7.
  8. Kantor Pertanahan memproses sertifikat Tanah Wakaf.
  9. Kepala Kantor Pertanahan menyerahkan sertifikat tanah wakaf kepada Nazhir, selanjutnya ditunjukkan kepada PPAIW untuk dicatat pada daftar Akta Ikrar Wakaf form W.4

 

Sumber :

http://bantul.kemenag.go.id/kemenag/images/Urais-Data/PROSEDUR-LAYANAN/SERTIKASI%20TANAH%20WAKAF.htm

http://imagebali.net/detail-artikel/1195-cara-mengurus-sertifikat-tanah-wakaf.php

Sumber Gambar :

https://i2.wp.com/mirajnews.com/wp-content/uploads/2016/04/TANAH-WAKAF.jpg?fit=800%2C600&w=640

Leave a Reply

%d bloggers like this: